harus lulus semester ini!!!!

Tesis, hmmm, sebenarnya dari semester kemaren aku sudah mengajukan topik dan dapat dosen pembimbing. Namun karena tidak disertai dengan semangat dan niat yg tinggi, akhirnya tesis tersebut tak pernah tersentuh, paling kukerjakan pada awal2nya saja pada saat pengerjaan proposal tesis. Sehabis itu tak pernah tersentuh baik secara tindakan maupun pikiran. Males.com menjadi faktor pendukung pada saat itu, ,disamping jg kurang srek dengan topik yg kucari sendiri dan pada waktu pengerjaannya aku terserang penyakit DBD pada bulan Mei. Ya sudah semakin klop saja niat dan semangatku luntur..

Memasuki semester baru ini, aku bertekad untuk menyelesaikan perkuliahanku yaitu dengan mengerjakan tesis semester ini. Niat dan semangat itu sempat tak bisa dan sulit sekali kumunculkan beberapa hari yang lalu, dikarenakan ketakutan bahwa dosen pembimbing  yg lalu sudah tidak mau menerima lagi.

Namun hari ini aku beranikan untuk pergi ke kampus UI Depok untuk bertemu dengan dosen pembimbingku yg dulu sekalian ngobrol2. Alhasil, hmmm, walau awalnya deg2an karena takut ditolak oleh dosen yg bersangkutan karena semester kemarin pengerjaan tesis kutinggal begitu saja, namun pikiran itu sirna begitu bertemu dan ngobrol2 dengan dosen tersebut. Memang klo di MTI Fasilkom, dosen ybs sangat terkenal dengan kejujuran dan hatinya yg baik. Ok sebut saja namanya Pak Dana.

Nah, setelah bertemu dengan pak Dana inilah, aku menemukan semangat dan niat itu lagi yaitu untuk menyelesaikan perkuliahanku semester ini. Pak Dana seorang dosen yg baik dan penuh dengan perasaan. Dan sepertinya dia tipe dosen yg tidak pernah menyulitkan mahasiswanya (wah, ini dia yg kucari, hehehe). Pak Dana menawarkan beberapa topik tesis (sebenarnya sih aku yg minta ;p), kebanyakan tentang e-gov dan knowledge management. Mungkin di awal pengerjaan, aku harus menyiapkan proposal tesis tersebut, untuk kemudian mengerjakan bab2 selanjutnya.

Pokoknya mulai hari ini, aku harus lebih rajin dan niat untuk mengerjakan tesis, ga boleh santai lagi. Dan ga ada pilihan lain, semester ini harus lulus. Go Bin Gian!!!!!

di malam yg penuh pikiran

Aq baru aja pulang dari pelayanan Tim Musik di HKBP Pulo Asem, acara yg biasa aja sih sebenarnya, cuma mau kasih tau aja hari sama seperti hari-hari sebelumnya, cape dan menjemukan…!!!!! Satu yg bikin bahagia cuma motorku, si Tigy, sudah servis dan sudah kucuci bersih hari ini. Jadi enak banget dibawa larinya, disamping jg sudah kinclong si doi ;p

Sesuai judul postingan ini, malam yg penuh dengan pikiran. Mau tau pikiran apa? Tentang masa depanku.. Hehehe, ya iyalah masa’ tentang masa lalu yg sudah lewat..

Malam ini, masih sama seperti di malam2 hari yg lalu. Malam yg ditaburi bintang-bintang dan pemikiran-pemikiranku.. Huh.. Klo bintang, bercahaya di malam hari, pasti terlihat indah, tapi tidak dengan pemikiran yg ada di dalam kepalaku, sudah belum nyata dan tidak kelihatan, hmmm, ruwet lagi…

Ternyata hidup tak semudah yg dibayangkan. Dulu pas kecil tak jarang untuk berkhayal untuk menjadi orang yg berhasil, paling ga untuk mewujudkan mimpi-mimpi kecil menjadi pahlawan dalam pikiran sendiri, pasti deh kepingin banget. Wahahaha, saat ini masih jauh dari kenyataan, hidup masih begitu-begitu aja. Belum bisa dibilang membahagiakan diri sendiri apalagi untuk membahagiakan diri sendiri, wuih berat yha…

Dulu pemikiran si Bin Gian kecil, jika sudah besar kelak akan menjadi orang yg sukses dalam segala hal, kaya raya dan bisa membantu banyak orang. Si Bin Gian kecil sering bermimpi menjadi pahlawan dalam khayalannya, supaya bisa menjadi orang yg terkenal sebagai orang baik bagi siapa pun itu. Si Bin Gian kecil juga tak berharap untuk menjadi Bin Gian yg sekarang, paling ga secara fisik memang saya tidak terlalu puas, susahnya untuk PeDe dan menerima keadaan diri ya..

Kadang berpikir, jika memang aku bisa kembali ke masa di mana keadaan masih wajar dan bisa terkontrol, aku ingin sekali kembali ke sana, dan dikaruniai pemikiran dan keberanian yg cukup untuk dapat merubah keadaan yg sekarang. Tapi ga mungkin banget, mana ada yg bisa seperti itu, klo misalkan bisa, pasti banyak sekali sebenarnya manusia yg ingin kembali ke masa lalunya untuk memperbaiki keadaan yg sekiranya bisa dan mau mereka perbaiki..

Aku hanya ingin membagi pemikiran yg ada dalam otakku ini saja, dari pada simpan sendiri dan akhirnya stress sendiri, lalu ingin bunuh diri (wuih, makin menjadi saja ke arah yg ekstrim, kekeke)..

Pingin juga rasanya kembali ke Bin Gian yg dulu, Bin Gian yg pendiam dan pemurung, yg tidak banyak berkata2 (sekarang juga masih pendiam koq, cuma sudah berubah sedikit -_-). Perlu juga kali ya kembali ke muka seriusku yg dulu, yg bener2 ga banyak bicara, boro2 bercanda, berbicara saja syulit…. Ah, kucoba lagi untuk menjadi Bin Gian yg aneh, tertutup dan membosankan.. Hehehe.. Sampai bertemu dgn Bin Gian yg berbeda kali ini (paan ci???)..

Tak taulah, malam ini aku pingin israhat saja dulu, di samping juga ada amanat dari bokap untuk isi ulang tinta stempel dan juga mencarikan dia tempat kunci mobil. Hari besok dan minggu2 ke depan akan menjadi hari yg sibuk dan penuh aktivitas.

Kembali seperti malam2 sebelumnya, berharap dalam mimpi aku bisa dapat petunjuk, paling ga di kala besok pagi aku bangun, aku menemukan mentari yg cerah menyemangatiku untuk melangkah ke kehidupan yg lebih cerah. Semoga saja…

Servis Motor Honda

Hari ini mau berbagi pengalaman servis motor Tigerku..

Buat temen2 yg punya motor Honda, khususnya motor sport Tiger dan ingin menyervis motornya di Ahass, aq rekomendasikan bengkel Ahass ini, yg terletak di Lenteng Agung, klo dari arah Depok menuju Pasar Minggu, posisinya setelah Stasiun Lenteng Agung. Dulu di tempat yg sama terdapat koperasi HTML, tapi sudah pindah katanya ke daerah Sawangan, klo bengkel Ahassnya sih teteup di situ..

Sebenarnya lokasi tersebut lumayan jauh dari rumah, maklum rumah di daerah timur Jakarta, tepatnya di Duren Sawit. Klo lama perjalanan tergantung, klo hari kerja mungkin bisa menempuh perjalanan 1,5 jam, tapi klo hari libur bahkan bisa setengahnya. Tapi namanya sudah niat mau servis di situ karena punya pengalaman yg baik, makanya aq bela2in aja deh biarpun memakan waktu lama….

Sebenarnya aq baru 2 kali servis di Ahass tersebut, sebelumnya aq pernah servis di Ahass Dewi Sartika, Ahass Buaran, Ahass Pasar Minggu, dll (ga inget bo). Btw, motor Tigerku baru dibeli di awal tahun 2008. Cuma baru kali ini aja tempat servis Ahass yg cukup memuaskan dan bisa dibilang ga rugi deh klo kesitu!!! Bengkel tersebut dilayani oleh seorang wanita yg menjadi bagian administrasi dan pendaftaran servis dan 3 orang mekanik dan 1 orang kepala mekanik.

Servis I

Pertama kali aku servis motorku di situ adalah tanggal 8 Agustus 2009. Pada waktu itu, motorku sekalian servis berkala. Ada beberapa keluhan, yakni mesin Tiger yg tiba2 sering mati klo dibawa dari kenceng ke pelan (pas di lampu merah atau berhenti), trus setelah mati susah lagi untuk dinyalakannya, perlu beberapa menit, bahkan dulu pernah sampe setengah jam, udah bongkar busi, ga bisa2, dan anehnya tiba2 aja nyala lagi setelah setengah jam istirahat. Sedangkan keluhan lainya adalah tarikan motor yg sudah tidak punya tenaga lagi, kemungkinan sih karena masalah di kanvas dan karet koplingnya…

Pada saat itu, motorku dipegang mekanik bernama Dian (ini nama cowo lho, klo cewe mgkin bukan motornya yg jadi diservis, tapi huehehehe). Akhirnya solusi yg dia tawarkan untuk permasalahan motorku adalah servis berkala dan stel ulang angin dan gas dan bagian yg lain ke stelan standardnya motor Tiger, ini untuk mengatasi masalah motor sering mati tiba2 itu. Namun dugaanku sebelumnya adalah yg rusak adalah spoolnya, tapi pada saat diperiksa mas Dian, katanya spoolnya masih OK, dan ga perlu diganti. Bersyukur jg sih ga diganti karena harga spool lumayan mahal dan bisa2 menyedihkan klo sampe diganti. Mas Dian meyakinkanku dengan mengatakan bahwa klo motor Tiger ga distel sesuai dengan standardnya, memang suka mengalami masalah-masalah aneh sperti mesin mati tiba2. Hmmmm, pikirku karena aku liat bengkelnya rata2 pelanggannya adalah pengguna motor Tiger, dan pastinya mereka sudah lebih berpengalaman dengan masalah2 yg mungkin muncul pada motor Tiger.

Untuk masalah kedua, memang Mas Dian menyarankan untuk mengganti kanvas kopling, karet dan pantek rumah koplingnya. Karena memang dia sudah memeriksa keadaan kanvas kopling sudah tidak dalam kondisi bagus lagi. So untuk kedua permasalahan tersebut sudah ditentukan dan disepakati solusinya, lalu mas Dian siap beraksi dengan keahliannya.

Akhirnya setelah beberapa jam, si Tigy selesai juga diservis. Dan setelah final check, mas Dian test run motorku untuk memastikan semua permasalahan sudah teratasi. Dan memang, akhirnya motor Tigerku dinyatakan telah selesai dan siap dibawa pergi, tentunya setelah aku menyelesaikan pembayaran di bagian kasir.

Maknyos, selama di perjalanan pulang ke rumah, motor Tiger kubawa melaju dengan kecepatan rata2 80 km/jam (maklum jantung kuatnya cuma di kecepatan itu ;p), ringan banget dan beda dengan hasil servis di Ahass2 sebelumnya. Memang bener dah, recommended tuh Ahass. Sampai hari ini, servis II di tempat yg sama, motor Tiger cuma mengalami mati 2 kali (mungkin karena kopling terlalu cepat kulepas, ga tau jg, abis ga sadar tiba2 mati), tapi kali ini pas mau dinyalakan kembali, maknyos langsung bisa pake pijitan starter, ga perlu engkol2 atau buka busi lagi.. Heheheh, senangnya hatiku :)

Servis II

Servis kedua pada tanggal 6 September 2009. Dan cerita ini juga salah satu kehebatan bengkel Ahass ini.

Sebelumnya aku sudah booking (kayak lagu Mba Surip, hehehe) melalui telp di pagi hari, untuk servis, aku pesan untuk yg jam 10.30. Dan tepat jam segitu aku tiba di sana, melihat motor yg bertengger minta diservis lumayan banyak, dan ketiga mekanik bengkel tersebut sedang sibuk menyervis motor2 lainnya yg sudah terlebih dahulu sampai.

Akhirnya molor setengah jam dari waktu booking, motorku disentuh juga, mau tau siapa yg tangani?? Yup, kepala mekaniknya yg tangani langsung (mas Mike), katanya karena melihat ketiga mekanik sedang sibuk menangani yg lain, makanya bosnya jg turun tangan akhirnya, hehehe. Biasanya sih di tempat lain, bos mekanik itu hanya bertugas untuk bagian final check (cek terakhir ketika motor sudah selesai servis)..

Kali ini aku hanya servis berkala dan ada keluhan sedikit yaitu ada suarat seperti bunyi tek-tek-tek ketika mesin dalam keadaan nyala, dan si kepala mekanik siap memeriksa apanya yang salah. Kira2 1 jam motorku ditangani olehnya, lalu seperti biasa dilakukan final check dan test run oleh kepala mekanik tersebut. Lalu dia menjelaskan sedikit, katanya bunyi tersebut kemungkinan berasal dari karet kopling, karena ketika kopling ditekan, bunyi tersebut tidak terdengar, dan tambahnya lagi suara tersebut masih dalam batasan wajar, jadi belum perlu adanya pergantian.

Setelah semua proses servis dan pembayaran selesai, motor pun dapat kubawa pulang ke rumah, dan si Tigy pun sibawa melaju seperti membawa motor baru, mantaplah pokoknya.. :)

Buat temen2 yg baca ini dan punya motor Tiger dan masih mau servis di Ahass, saya rekomendasikan bengkel Ahass ini. Top markotop deh pelayanannya!!!! Ditambah lagi di bengkel ini tidak perlu memberikan uang tip, di samping ada tulisannya jelas2 terpampang di dinding bengkel tersebut, kira2 bunyinya seperti ini: Terimakasih untuk tidak memberikan tip, kedatangan anda kembali adalah salah satu bentuk terimakasih anda kepada kami. Hebat kan, jarang ada tempat seperti ini. Salut untuk manajemen bengkel Ahass yg di Lenteng Agung deh..!!!!

Ibu…

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh

Lewati rintang untuk aku anakmu

Ibuku sayang masih terus berjalan

Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah

Seperti udara… kasih yang engkau berikan

Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu

Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku

Dengan apa membalas…ibu…ibu….

Seperti udara… kasih yang engkau berikan

Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

by: Iwan Fals – Ibu

mama(k) dan 3 bere lucuku..

Hari ini mau cerita tentang keluargaku dulu..

[Kamis, 3 September 2009]

Pas masih di kantor, aq coba telepon nyokap untuk menanyakan rencananya temenin kakak yang mau cek kandungan ke dokter. Yg ngangkat telepon rumah ternyata kakakku yg paling besar, yg pasti bersama dengan kedua anaknya (Mima dan Cicin) sedang di Buaran, biasalah sedang kunjungan ke ompungnya. Wah, senangnya hati klo mereka berdua ada di rumah, bisa menjadi rame dan tulangnya ada bahan maenan (wuhuuuuu).. ;p

Begitu mengetahui kabar bahwa kedua bereku yg lucu2 itu lagi di rumah, aq langsung aja meluncur ke rumah, tentunya setelah jam 17.00 WIB berdentang dong (soalnya aq kn karwayan yg baik, walahhh ;p). Dengan semangat aku pulang dengan menunggangi ’si Tigy’ yg belum kumandikan beberapa minggu tsb..hahaha

Sesampainya di rumah, akhirnya setelah melalui perjalanan panjang yg begitu melelahkan (hiperbolis), aku bisa juga menjumpai kedua bereku yg sedang asyik nonton TV. “Hallo, tulang pulang, tak bawa apa2″.. pret!!!! Keponakan yg pertama kusapa adalah Cynthia “Cicin” Napitupulu, yg sedang berdiri di depan TV, menonton acara kesukaannya kali. Cicin umurnya hampir 2 tahun, dia anak yg lucu, gembira, riang, pemberani, nekat, dan suka senyum. Dan satu ciri khasnya yg nampak, klo mau difoto, sesaat kamera mau diarahkan ke dia, pasti dia langsung bergaya dengan menaruh kedua jari telunjuknya di pipinya serasa model. Hehehe, ini gara2 para tantenya yg ngajarin jadi ‘narsis.tv’, ada2 ajah. Bere yg satu lagi, Jemima “Mima” Napitupulu, sedang duduk di meja makan dan menghadap ke TV jg, kata mamanya dia baru bangun tidur. Mima sedikit berbeda dengan adenya, umurnya sekarang 4 tahun lewat 3 bulan, dia kakak yg aga pendiam, dan lumayan tertutup (tulangnya banget ya ;p). Mima ga seberani dan ga selincah adenya, di umurnya yg sekarang dia kayaknya  punya dunia khayalnya sendiri, sering asyik dengan imajinasinya sendiri, smpe adenya dicuekin.

Sebagai info aja, kedua bereku ini memiliki ‘mesin’ yg aga lama panas klo baru mulai nyala ;p. Jadi ya gitu deh, Mima yg baru bangun ditanyain atau diajak bicara, tak banyak jawaban/kata2 keluar darinya, alias diam aja seperti ga mau diganggu gitu. Aku sebagai tulang yg baik dan pengertian (huahahaha) udah tau triknya, jadi pada saat itu ya aku bermain dengan Cicin saja yg memang ‘mesin’nya pada saat itu sudah panas…kekekeke.

Sampai suatu kejadian dimana Mima mengenai kunci ke kepala Cicin. (Duh Mima gimana seh, kasian Cicin yg sedang mau main2 dengan kakaknya, malah diberi hadiah ayunan kuci sih?? Huh). Sebagai tulang yg melihat persis kejadian tersebut, sontak memarahi Mima, dan ga tega ngliat Cicin nangis keras gitu kena ayunan kunci dari kakaknya. Mima langsung terdiam sesaat, sementara adenya sedang ditenangkan oleh tantenya, mendengar adenya jg nangis, eh Mima malah ikutan nangis. Hmmm, ada2 aja. Memang sih kami semua yg ada di situ menasihati Mima supaya ga boleh gitu sm adenya dan minta maaf ke Cicin, cuma ya gitu deh, Mima malah ikutan nangis. Jadi iba ngliat mereka seperti itu. Akhirnya kurangkul Mima supaya jgn nangis, dan kubilang “Udah jangan nangis lagi ya Mima, lupakan aja ya yang tadi, tapi jangan diulang lagi”. Entah kenapa melihat mereka berdua nangis seperti itu, aku langsung tersentuh dan berusaha menenangkan dan mencoba memberikan pengertian kepada keduanya dan kepada Mima khususnya, aku baik ya (hihihihihi). Akhirnya kutenangkan jg Cicin supaya jangan nangis lagi, dan kuajak mereka berdua untuk coba melupakan kejadian tadi dengan menonton TV kembali, nonton kartun gitu, untung kartunnya memang lucu, jadi bisa jadi bahan tertawaan jg. Setelah beberapa menit, mereka pun reda nangisnya. Aduh, syukur deh mereka jg mau baikan lagi, hal ini terlihat pas aq mendekatkan Cicin ke kakaknya, Cicin langsung meluk Mima gitu.. Ohhhhh, co cwitna.. ^_^. Aku sangat menyayangi bere2ku, karena dengan melihat mereka, aq merasa bisa menjadi lebih muda lagi (baca: bisa menuangkan bakat kekanak-kanakanku, hehehehe)..

[Jumat, 4 September 2009]

Di sini aku ingin menceritakan bereku yg 1 lagi, namanya Rafael “Phael” Simanjuntak, anak pertama dari kakak ketigaku. Pada sore hari, nyokap ke rumah kakak ketigaku di Perumnas Klender untuk menjagai pahompunya, Phael, karena bapak dan ompungnya lagi pergi ngelayat ke rumah keluarga. Jadi nyokaplah yg menggantikan sementara untuk menjaga Phael, sementara mamanya Phael jg sedang kerja di kantor. Malam harinya, sebelum aq pergi latihan tim musik di gereja Pulo Asem, aku jemput nyokap karena mamanya Phael sudah pulang kerja, dan nyokap jg pingin pulang ke rumah. Sesampainya di Perumnas, akhirnya aku bertemu Phael yg sedang digendong mamanya. Umurnya baru 3 bulan, masih lucu gitu deh, tapi aq masih takut untuk gendong, karena umur segitu masih harus ekstra hati2 untuk menggendong bayi, lagipula memang aq hanya sebentar di situ karena harus langsung pergi lagi ke gereja. Dah Phael, kutunggu kau ya, cepat besar ya, biar bisa main2 sm tulang :)

[Sabtu, 5 September 2009]

Hari ini adalah harinya mama(k)ku. Di umurnya yg ke-58 tahun hari ini, mama(k) ga pernah merasa tua. Bahkan kemarin pas ngobrol, aku tanya umurnya, dia bilang banyak temannya yg ga percaya umurnya sudah mendekati 60 tahun, karena memang masih kelihatan seperti 50 awal, hehehe. Pasti karena anak2nya baik seperti aku makany dia awet muda.. prett (boong banget ya, hehehe).

Mama(k) adalah ibu yg paling ga mau diem masalah beberes rumah. Smua diberesin, termasuk barang2 kami yg sudah kami susun (baca: tersusun tapi tak rapih) sering dipindah2 dia demi alasan kebersihan dan keindahan. Contohnya klo beresin rak sepatu di rumah, klo sudah diberesin dia, pasti susah cari sepatu tersebut, tambah lagi dimasukkan ke kotak sepatu mana aja yg kosong, alhasil kami harus membuka kotak satu per satu untuk menemukan sepatu tersebut, so pastinya sambil ngomel2 dengan tujuan dan arahan pasti ke mama(k)…”Aduh, sepatuku mana ma(k)? (*&(**(&*&#$(@&*#_*@#^(@#!@#&!(*+)…..”. Tapi memang salut sm kerajinan mama(k)ku ini, dari pemeliharaan bunganya, kamar, sepatu, baju2 cucian, dsb, mama(k) memang tak pernah mau diam klo liat sesuatu berantakan, jadi terharu deh.. -_-

Di ulang tahunnya ini, begitu banyak yg sudah kuterima sebagai anak dari mama(k). Arti seorang mama(k) ternyata sangat penting terasa, yg dahulu kala mungking aku anak yg cuek saja tentang kedua orangtuaku, sekarang aku harus berubah, aku sadar arti mereka di hidupku begitu penting dan krusial. Hiks, jadi pingin nangis, tapi boys don’t cry.. hehehe. Aku seorang anak laki2 yg hidup kebanyakan dari kasih seorang ibu dan melalui doa2nya yg menaburi sekujur jiwa ragaku. Luv u mam!!!! Mudah2an aku bisa membalas sebahagian dari kasih yg kau berikan. Happy blessful b’day mama(k). Gbu